11 9 / 2014

"Banyak orang memilih menulis karena banyak hal yang tak mampu disampaikan selain dibaca."

Sisilia putri

08 9 / 2014

"

AMALAN YANG MENYAKITI IBLIS.

Rasulullah: ” Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak solat?”
Iblis: “Aku merasa panas sejuk dan gementar. “

Rasulullah : “Kenapa? “
Iblis: ” Sebab, setiap seorang hamba bersujud satu kali kepada Allah, Allah mengangkatnya satu darjat.”

Rasulullah: ” Jika seorang umatku berpuasa ? “
Iblis: ” Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka. “

Rasulullah: ” Jika ia berhaji?”
Iblis: ” Aku seperti orang gila. “

Rasulullah: ” Jika ia membaca Al- Qur’an? “
Iblis: “Aku merasa meleleh laksana timah di atas api. “

Rasulullah: ” Jika ia bersedekah? “
Iblis: ” Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji . “

Rasulullah: ” Mengapa boleh begitu ? “
Iblis: ” Sebab, dalam sedekah ada empat keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai , sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala musibah akan terhalau dari dirinya. “

Raulullah : “Apa yang dapat mematahkan pinggangmu? “
Iblis: ” Suara kuda perang di jalan Allah.”

Rasulullah: ” Apa yang dapat melelehkan tubuhmu? “
Iblis: ” Taubat orang yang bertaubat. “

Rasulullah: ” Apa yang dapat membakar hatimu? “
Iblis: ” Istighfar di waktu siang dan malam.”

Rasulullah: ” Apa yang dapat mencoreng wajahmu ? “
Iblis: “Sedekah yang diam- diam.”

Rasulullah: ” Apa yang dapat menusuk matamu? “
Iblis: “Solat Fajar . “

Rasulullah: ” Apa yang dapat memukul kepalamu?”
Iblis: “Solat berjemaah. “

Rasulullah: ” Apa yang paling mengganggumu ? “
Iblis: ” Majelis para Ulama . “

Rasulullah: ” Bagaimana cara makanmu ? “
Iblis: ” Dengan tangan kiri dan jariku . “

Rasulullah: ” Di mana kau menaungi anak -anakmu di musim panas?”
Iblis: ” Di bawah kuku manusia. “

Lalu Rasulullah bertanya: ” Siapa temanmu wahai Iblis ? “
Iblis menjawab: ” Pemakan riba.”

Rasulullah: ” Siapa sahabatmu? “
Iblis: ” Pezina . “

Rasulullah: ” Siapa teman tidurmu ? “
Iblis: ” Pemabuk . “

Rasulullah: ” Siapa tamumu ? “
Iblis: ” Pencuri. “

Rasulullah: ” Siapa utusanmu? “
Iblis: “Tukang sihir . “

Rasulullah: ” Apa yang membuatmu gembira? “
Iblis: ” Bersumpah dengan cerai. “

Rasulullah: ” Siapa kekasihmu? “
Iblis: “Orang yang meninggalkan solat Jumaat.”

Rasulullah: ” Siapa yang paling membahagiakanmu? “
Iblis: ” Orang yang meninggalkan solatnya dengan sengaja. “

Diriwayatkan dari Ma’adz bin Jabal ra bahwa Ibnu Abbas ra Dikutip dari Syajaratul Kaun , doktrin tentang peribadi manusia pilihan , Muhammad SAW, yang ditulis oleh Asy -Syaikh Al-Akbar Muhyidin Ibnu Arabi Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali Al- Hatimi At - Tha’i Al - Andalusia)

"

(via fizaniqabis)

Iblis laknatullah..

(via cahayaagama)

(Source: kakpijah, via chuyakasim)

07 9 / 2014

Setahun telah berlalu…..
Kalian masih seperti yang dulu.
Seperti dibangku depan foto copy dahulu, kita tertawa lugu sambil menunggu.
Sesekali malu-malu karna di tertawakan dengan si itu…

Waktu telah berlalu, padahal baru kemarin rasanya kita bertemu. Kau yang duduk diujung sana sambil menunggu nama disebut satu-satu. Kau menunggu dan aku maju.
Saat aku keluar kau bertanya apa saja didalam kau lalui. Kau sangat ingin tau, takut kalau-kalau tes kesehatan ini tak mampu kau lewati. Pada akhirnya kita tertawa dan menyebalkan bersama hingga tiga tahun yang lalu.

Setahun telah berlalu…..
Tepat saat kita melempar toga itu tak menentu. Hari itu orang tua kita semua bertemu. Mereka memeluk dan menebak namamu satu-satu. Berharap bisa mendektesi walau dari ceritamu ketika pulang sabtu minggu.
Tepat saat kita melempar toga itu ke segala penjuru. Orang tua mu dan orang tua ku, berdoa agar anaknya terus maju.

Kita lalu menjadi keluarga besar, meski dari dulu kau telah memanggil mamak, pak etek, kakak, bundo atau apapun itu.
Kita bertengkar, lalu bercerita dibelakang. Kemudian kita saling tau, menggerutu tapi tiap bertemu tetap saja omongan kita satu. Dosen yang itu melulu.
Kalian menelpon dan me-sms ku malam. Seperti menunggu kunci ujian. Padahal laporan praktek yang tak kunjung kalian selesaikan. Sekali lagi aku berdosa memanipulasi data, karena saat praktek kita hanya tertawa bersama.
Dipagi hari saling menunggu di halte bus, apalagi kalau bukan laporan yang tak kunjung kelar. Aku masih ingat saat kau meminjam laporanku katanya untuk mencocokan data, padahal akhirnya kau menyalin dataku juga. Hahhaah.
Dan aku sibuk meminjam penggaris yang tak kupunya. Digoyang bus yang berjalan aku menggambar grafik yang malas ku kerjakan di kamar. Orang lain melihat kita, tapi kita memang tak peduli.

Setahun telah berlalu….
Sejak saat kita berfoto bersama di panggung wisuda itu. Tapi mengingat kalian tetaplah lucu.
Lorong apa yang tak jadi titik menunggu.
Lorong bengkel kita menggembel hingga berujung diusir. Lorong jurusan di anak-anak tangga kita duduk seperti mencari kutu. Atau lorong jalan yang kita temui hanya untuk dosen yang ditunggu.
Banyak orang berjuang bersama tapi untuk mimpi yang berbeda. Sedangkan kita berjuang tanpa ingin mengalahkan untuk mimpi yang sama

Setahun telah berlalu….
Saat mimpi kita baru dimulai, orangtua kita memperjuangkan anak-anaknya dengan mimpi yang sama. Maka orang tua mana yang melepas anak-anaknya bersama dan menunggu kembali di bandara yang sama. Aku bilang itu orang tua kita.

Setahun telah berlalu….
Tapi aku tak pernah merasa kalian telah lalu. Kita masih sama seperti yang dulu. Aku masih menyebalkan dan kalian masih menjengkelkan.
Sekarang apa yang kutunggu??
Kalian mengetuk pintu dan bertamu ke rumahku. Dengan selembar undangan dimana namamu dan pendamping mu disitu. Carilah tanggal yang bagus insyaallah akan kutemu dirimu.
Seperti cerita kita dahulu, jika aku setuju dengan pendamping mu, maka saat kau berkunjung dengan anak-anakmu tak akan ku kasih duit seribu tapi lebih dari itu.
Oo iya aku takkan lupa janji dahulu. Jika ternyata si ini dan si itu ada dalam undangan yang sama aku akan tertawa guling-guling di depan pelaminanmu. Tenang saja aku takkan lupa.
Jadi kapan kalian ketuk pintuku???

Setahun telah berlalu….
Kalau tak ada halangan, mungkin rencanamu yang ingin terlebih dahulu akan kami setuju. Ku harap tak ada yang menyalip dari belakang.

Seperti kataku tadi, cari tanggal yang bagus untukku ambil cuti. Karena aku ingin datang. Untuk bertemu istri mu dan memberi tau betapa menyebalkan suaminya ini dahulu. Hahahah.
Karena aku ingin datang. Untuk bertemu suami mu dan memberi tau bahwa istri nya memang ingin nikah muda dan sudah punya rencana resepsi ketika kuliah dulu, bahwa istrimu punya jiwa laki saat kuliah dahulu. Hahahah

Jadi setahun telah berlalu….
Aku masih selalu senang bertemu dengan mu.

Langsa, 7 september 2014

*dedikasi d3k pln pnp 2010

29 8 / 2014

herricahyadi:

Ibn al-Qayyim berkata:

"Jika Allah memudahkanmu untuk selalu bangun shalat malam, maka jangan pernah mencibir mereka yang terlelap tidur…

Jika Allah memudahkanmu untuk selalu berpuasa, maka jangan pernah mencibir mereka yang tidak mengerjakannya…

Jika Allah memudahkanmu untuk terjun di…

Astagfirullah. Mohon ampun atas salah dan khilaf hamba Ya Allah

28 8 / 2014

"

Bersyukurlah kamu lelah selepas kerja, yang lelah mencari pekerjaan pun masih banyak.

#CobaBayangkan

"

(via jalansaja)

26 8 / 2014

"

Kita tidak bisa merubah yang telah terjadi
Juga tidak bisa menggariskan masa depan

Lalu mengapa kita bunuh diri kita dengan penyesalan?

Atas apa yang sudah tidak bisa kita rubah

Hidup itu singkat sementara targetnya banyak

Maka, tataplah awan dan jangan lihat ke tanah

Kalau merasa jalan sudah sempit, kembalilah ke Allah Yang Maha Mengetahui yang gaib…
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.

Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang
Sedang kapal Nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang

Tetapi, Titanic tenggelam. Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia

Taufik hanya dari Allah SWT.

Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga.

Tempat, dimana orang tua kita, Adam, tinggal pertama kali.
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara,
Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.

Maka berusahalah semampumu,
Untuk mengejar kafilah orang-orang shaleh, Yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas
Jangan sia-sia kan waktumu di planet kecil ini..

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh,
Atau karena ditinggal orang tercinta,
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita pasti akan bertemu di akhirat.
Perpisahan itu adalah,
Jika salah satu diantara kita di surga dan yang lain di neraka.

Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai penghuni surga!

Hidup ini adalah cerita pendek, dari tanah, di atas tanah, dan kembali ke tanah,
Lalu hisab (yang hanya menghasilkan dua kemungkinan); pahala atau siksa.

Maka, Hiduplah untuk Allah niscaya kau akan jadi makhluk-Nya yg paling bahagia.

Ya Rabb untukmu segala puji yang layak untuk kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasan-Mu…

"

Dr. Aid Al Qarni (via yogawpradhana)

(via iis216)

26 8 / 2014

"Anak cewek itu harus gesit, tangguh, cekatan, rajin dan sifat yg lebih mendasar lainnya. Kalau cuma imut, lucu, menggemaskan, warna-warni, sy rasa boneka barbie juga punya sifat artifisial seperti itu. Jadilah anak cewek yang mandiri, punya cita-cita, dan bisa diandalkan"

Tere Liye (via loperboi)

26 8 / 2014

"

kadang-kadang,
ada yang membaca,
post-post kamu,
tanpa like,
tanpa komen,
tanpa share.

dalam diam,
dia doakan kamu,
kuat menghadapi dugaan hidup.

berterima kasih pada yang,
mendoakan kamu kuat,
moga doa itu juga turut buat dia kuat.
amiin :)

"

(via angahalim)

(via iis216)

26 8 / 2014

"

Makin luas Pergaulan, makin bijak memahami perbedaan.
Karena salah satu sebab kesalahpahaman adalah, ketidaktahuan adat masing-masing suku, daerah, maupun negara.
Dan cara mengetahuinya, adalah dengan bergaul, interaksi, sosialisasi ke semua lapisan tersebut.

Setelah memahami perbedaan, Anda akan tahu keindahannya.
Maka, saling mengenal lah… Jalin silaturahmi dan ukhuwah…

"

Dr. ‘Aidh Al-Qarni (via shintamayang)

(Source: journeytomyallah, via rara-ratna)

26 8 / 2014

"Jadi ibu adalah pekerjaan tanpa kontrak,tanpa gaji,tanpa SOP,tanpa batas waktu.. tapi siapa perempuan yg tidak mau jadi ibu?? Karena ada kemuliaan luar biasaaaa di dalamnya.. Ada janji jannah setelahnya.."

22 8 / 2014

Ini untuk kesekian kalinya aku pulang saat bulan telah datang dan matahari kembali ke peraduan. Entah sudah yang ke berapa kali aku pulang kerja hingga larut malam.

Berkali-kali telponku berdering. Siapa lagi kalau bukan dari orang tuaku. Anak gadisnya masih diluar dan masih belum pulang kerja. Aku tau mereka khawatir saat jauh begini, hanya satu yang bisa ku yakini semua baik-baik saja. Dan aku menyenangi pekerjaan ini.

Kulirik ke sebelah kiri. Bos ku pun tak kalah sibuknya karena tiap sebentar telponnya berdering. Anak dan suaminya berkali-kali menelpon menanyakan jam berapa si ibu pulang. Ya, beliau salah satu wanita tangguh yang kutemui selain ibuku tentunya. Satu hal yang membuatku malu mengeluh. Semua pria menggaguminya, malu jika tak mampu bekerja seperti beliau. Walau usianya sudah akan masuk masa pensiun 3 tahun lagi, semangatnya masih muda.

Wanita dan karir selalu menjadi perdebatan panjang yang tiada henti. Wanita yang bekerja tak punya waktu mengurus rumah tangga begitu stigma masyarakat umumnya. Beberapa wanita memilih menjadi PNS atau Guru untuk sedikit memudarkan stigma tersebut walau pada akhirnya tak sempurna terhapus semua.

Tapi bagiku dan sebagian wanita lain didunia ini, memilih bekerja diluar pakem tersebut. Ada yang memilih karena keterpaksaan, ada yang memilih karena pilihan, ada yang karena memang ditakdirkan. Pekerjaan apapun itu wanita tetaplah wanita, ia akan dipandang sebagai gender yang punya tanggung jawab di dua sisi. Keluarga dan pekerjaan. 

Dan kami sebisa mungkin menyeimbangkan, walau akhirnya sebagian dari itu menyerah. Menyerah pada karir ataupun keluarga. Wanita dipandang mempunyai tanggungjawab yang besar saat menikah nanti. Karena ia  akan menjadi istri dan ibu yang dibutuhkan 24 jam di rumah.

Untuk sebagian wanita mungkin tau rasanya hidup dengan ibu yang bekerja diluar dan sebagian lagi merasakan ibu yang ada di meja makan dengan sarapan dan senyum sepulang sekolah. Namun hal itu tak banyak berpengaruh saat tumbuh besar. Wanita tetap akan memilih jalan hidupnya seperti mimpi dan cita-citanya. Meski ia tau rasanya tanpa ibu saat pulang sekolah atau ia tau rasanya bahwa adanya ibu setiap membuka pintu rumah itu menentramkan.

Maka saat karier dan tanggungjawab wanita dipertaruhkan diantaranya harus menang dan kalah. Tapi tak sedikit berusaha membuatnya seri dengan berbagai cara.

Sayang kebanyakan orang melihat tanggungjawab wanita setelah ia menikah. Maka saat muda slogan “selagi muda saatnya mencoba semua” menjadi motto. Tak jarang semua mengejar karier karena belum menikah hingga lupa waktu dan tak jarang menikmati hidup dengan bersenang-senang. 
Apapun itu, pada akhirnya beberapa wanita lupa berpikir bahwa mumpung selagi muda kenapa tidak belajar bertanggungjawab selayak wanita.

Kita terlalu sibuk bekerja, terlalu larut bergembira. Tak ada orang lain yang kita pertanggungjawabkkan saat muda. Tapi untuk diri sendiri pun kita tak mampu.

Seorang teman kantor bertanya pada saya, “kamu laundry dimana?”. Saya hanya bilang nyuci sendiri. Jawab ini menjadi ganjil baginya dan beberapa wanita muda di kantor. Sebelum mereka berpikir lain saya perlu jelaskan “bukan mau berhemat tapi masa nyuci pakaian sendiri aja gak bisa”. Ya stigma disini karena kesibukan kerja mereka tak bisa masak, nyuci bahkan membersihkan rumah sendiri. Aneh memang selagi muda dan belum bekerluarga saja tidak bisa mengurus diri sendiri apalagi saat tanggungjawab itu datang nanti.

Mungkin banyak wanita diluar sana yang juga melakukan itu. Masalahnya sama yaitu waktu. Tapi tak sedikit yang berusaha menyisihkan waktu pada pekerjaan rumah tangga. Jadi bagaimanapun mereka memilih menghabiskan waktu mudanya, hakikatnya wanita kelak tetap akan mengemban tanggungjawab. Walau ia memilih menikah nantinya ataupun tidak ia tetap bertanggungjawab sebagai anak. Mengurus orang tuanya.

Malam ini saya belajar dari seorang wanita yang saya sebut bos. Ia menjadi bayangan masa depan bagi saya dan teman-teman wanita yang juga berkarier seperti saya. Bahwa tanggungjawab seorang wanita sebagai anak, istri dan ibu adalah hakikat lahir. Ia takkan dapat dipisah dari wanita, jika kelak akhirnya wanita menambahkan tanggungjawab diantara ketiganya tak lain tujuannya tetap sama untuk melengkapi diri sebagai anak yang telah dibesarkan, sebagai istri yang ikut membantu suami dan sebagai ibu yang menginspirasi. 

Maka jika kelak kalian mendapatkan istri yang bekerja pahami dia, dan jika mempunyai ibu seorang pekerja mengertilah dia. Kenyataanya wanita akan tetap mencintai keluarganya lebih dari apapun. Karena beberapa wanita mendedikasikan dirinya bukan hanya untuk uang tetapi ada juga untuk keluarga, orang lain, masyarakat bahkan negeri ini.

Langsa, 22 Agustus 2014

*dedikasikan buat Buk Lena wanita yang luar biasa

22 8 / 2014

"Siapapun presidennya, kita akan terus sekarat jika kau tidak melakukan sesuatu untuk mengubah kondisi bangsamu—dengan tanganmu, pikiranmu dan keringatmu sendiri."

21 8 / 2014

herricahyadi:

herricahyadi:

MasyaAllah, anak ini buta dan tidak ingin melihat lagi. Ia hafal al-Quran dan berharap Allah kelak tidak menghukum dia atas kekurangan dirinya. Semua orang di ruangan menangis ketika ia menyampaikan kalimat bijak mengapa ia memilih untuk tetap buta dan mensyukurinya. MasyaAllah..

Jika tidak meleleh air matamu, ada yang salah dengan hatimu. Allah..

(via elli-setiawan)

20 8 / 2014

eyakuyaa:

Suatu hari nanti, kalian semua akan jatuh cinta tanpa dibuat-buat.
Tanpa perasaan posesif kekanak-kanakan atau rasa ingin pamer kasih sayang yang berlebihan. Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan. Yang membuat kalian tidak takut pada jutaan omong kosong soal sakitnya patah hati,yang membuat kalian sudi menjadi diri kalian sendiri. Tidak dengan ucapan manis atau perilaku yang berpura-pura.
Kalian akan jatuh cinta dengan seadanya, tapi juga dengan segalanya. Kalian akan jatuh cinta dan berani mempertanggungjawabkannya. Bukan dengan pujian palsu atau rasa kagum sesaat. Tapi dengan tatap mata dan rasa saling percaya.
Suatu waktu nanti akan ada seseorang yang datang,dan membuat kalian jatuh cinta tanpa alasan,yang akan kalian jadikan prioritas,nukan sekedar kalian banggakan di media sosial tapi kalian bohongi di kehidupan nyata.
Suatu hari nanti, kalian akan bertemu seseorang,yang akan mendengarkan cerita kalian di sisa hidupnya,yang akan membuat kalian paham benar apa itu arti kata sayang,yang membuat kalian tidak sabar untuk menghabiskan hari tua bersama, berdua, tanpa ragu. Tanpa sempat terpikir untuk berpindah ke lain hati.

eyakuyaa:

Suatu hari nanti, kalian semua akan jatuh cinta tanpa dibuat-buat.

Tanpa perasaan posesif kekanak-kanakan atau rasa ingin pamer kasih sayang yang berlebihan.
Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan.
Yang membuat kalian tidak takut pada jutaan omong kosong soal sakitnya patah hati,yang membuat kalian sudi menjadi diri kalian sendiri.
Tidak dengan ucapan manis atau perilaku yang berpura-pura.

Kalian akan jatuh cinta dengan seadanya, tapi juga dengan segalanya.
Kalian akan jatuh cinta dan berani mempertanggungjawabkannya.
Bukan dengan pujian palsu atau rasa kagum sesaat.
Tapi dengan tatap mata dan rasa saling percaya.

Suatu waktu nanti akan ada seseorang yang datang,dan membuat kalian jatuh cinta tanpa alasan,yang akan kalian jadikan prioritas,nukan sekedar kalian banggakan di media sosial tapi kalian bohongi di kehidupan nyata.

Suatu hari nanti, kalian akan bertemu seseorang,yang akan mendengarkan cerita kalian di sisa hidupnya,yang akan membuat kalian paham benar apa itu arti kata sayang,yang membuat kalian tidak sabar untuk menghabiskan hari tua bersama, berdua, tanpa ragu. Tanpa sempat terpikir untuk berpindah ke lain hati.

(via elli-setiawan)

17 8 / 2014

"Entah kenapa saya yakin; pecinta buku itu juga pecinta jalan-jalan. Pecinta buku bukan berarti kutu buku yang berada di kamar melulu. Sebab untuk melengkapi pengetahuan yang didapat dari buku, seseorang butuh melihatnya langsung. Itulah yang disebut ilmu (pengetahuan) yang utuh—tentang segala hal."