20 10 / 2014

Buat anak kecil di dalam dirimu bangga!

Nice video :)

(Source: youtube.com)

20 10 / 2014

FORMULAKU (FORUM MUDA LANGSA KINERJA UNGGUL) #part 1 team tusbung #HLN69

FORMULAKU (FORUM MUDA LANGSA KINERJA UNGGUL) #part 1 team tusbung #HLN69

19 10 / 2014

choqi-isyraqi:

Hello para temen2, terutama yang cewe. Saya nemu notes keren, di copas aja. baca yaaaa. Oia, ini notes cman buat perenungan kita semua. Selamat membaca semuaa.

SEPULUH ALASAN WANITA TIDAK MAU MEMAKAI JILBAB (dan bantahannya)

Saat ini sangat berbeda dengan beberapa tahun silam. Sekarang para…

(via elli-setiawan)

11 10 / 2014

elli-setiawan:

shofiards:

archatlas:

Off to School We Go

"The story might sound incredible to some, but it isn’t uncommon for children from less privileged regions facing immense hardship on their commute to the institute of learning. You will be surprised at the great lengths some children are willing to go to reach school." via

beberapa foto di sana itu adalah Indonesia …………

ternyata kita patut lebih bersyukur :)

04 10 / 2014

Selamat idul adha. Mohon maaf lahir dan batin. Tahun lalu lebaran di suralaya, meski gak bareng keluarga tapi ada mereka. Sekarang lebaran sendirian.

Selamat idul adha. Mohon maaf lahir dan batin. Tahun lalu lebaran di suralaya, meski gak bareng keluarga tapi ada mereka. Sekarang lebaran sendirian.

01 10 / 2014

Perkenalakan namaku tigatujuh. Aku lahir 1 oktober 2013 di Batujajar. Tepat hari ini usiaku 1 tahun. Aku berbeda dari kelahiran yang lain. Seperti angka tiga dan tujuh, aku kelahiran ganjil. Berbeda dari kakak-kakakku atau generasi sebelumnya.

Aku didalam rahim ibu selama 3 tahun. Bukan kehamilan yang normal. Tapi selama masa hamil ibu tak pernah lupa memeriksa kesehatanku dan memberi pengajaran. Meski tau aku tak akan mengerti itu. Bapak tau aku akan jadi generasi istimewa. Ia memantau dan memastikan kebutuhan ku selama dalam rahim ibu.

Aku kelahiran yang direncanakan. Meski proses kelahirannya butuh waktu lama, tapi bapak percaya aku bisa jadi penerus yang luar biasa.

Saat masa kelahiran telah tiba semua siap menanti kemunculan ku. Aku lahir dengan mimpi yang telah ditanam dari rahim. Meski pada akhirnya aku lahir karena keterpaksaan dan pilihan tapi bapak percaya aku generasi unggul untuk keluarga ini.

Aku bukan keturunan barat atau bahkan korea. Aku percampuran antara padang, palembang,jakarta, semarang, diponegoro, jogjakarta dan surabaya. Seperti percampuran itu, aku memang unik.

Seperti sebuah kelahiran penting, keluargaku benar-benar telah menyiapkan semuanya. Tepat di batujajar pertama kali aku berteriak untuk merasakan sakitnya kehidupan dunia. Hidupku berpindah-pindah, rumahku Indonesia. Aku belajar telengkup pertama kali di suralaya. Keluarga bilang karakterku sudah terliat saat itu juga. Mereka hanya tinggal membina dan menempaku.

Di jakarta pertama kali aku mulai belajar duduk. Saat itu setiap kali bapak memangkuku, Bapak mulai mengajakku bercerita tentang keluarga besar yang ku miliki. Ia mengenalkan ku pada bibi, tante, kakek, om, nenek dan semua anggota keluarga. Pekerjaan mereka dan kehebatan mereka. Seperti kataku tadi aku tumbuh dan dewasa dalam perjalanan. Pindah-pindah rumah membuatku cepat berkembang seiring waktu.

Aku belajar merangkak pertama kali di tiga tempat suralaya, semarang dan pandaan. Langkah pertama, meski awalnya aku takut tapi tak butuh waktu lama aku malah makin mahir berjalan.

Seiring waktu, aku mulai senang berlari-lari. Tempat bermainku sulawesi dan ntt. Saat itulah aku menilai bekerja tak ubahnya rekreasi. Disini aku bebas berlari dan bermain. Aku dewasa dengan cepat. Aku diajarkan bagaimana mencintai keluarga dimulai dari mencintai tanah airku.

Hobiku bernyanyi. Awalnya aku tak suka tapi bapak selalu memaksa. Jika aku beraktivitas selalu dengan bernyanyi. Lagu-lagu yang dilantunkan bapak menempel di otakku. Dari tidak suka aku mulai terbiasa. Untuk memotivasiku bapak mengajarkan aku yel yel dan jika aku salah tanpa berpikir lagi ia akan menghukumku.

Ibuku sangat telaten. Aku tumbuh dengan gizi berkecukupan. Makanku terjadwal. Terkadang aku malah menghilang ketika jam makan tiba. Berpura-pura sakit atau memilih berpuasa. Meski makanan sehat, aku merasa bosan dengan makanan yang itu itu saja.

Walau kesehatanku jadi prioritas utama, aku tetap bisa di serang penyakit. Batuk, flu dan suara serak menjadi langganan. Bapak tidak suka melihat aku sakit-sakitan. Tak jarang sedikit mengancam agar aku bisa menjaga kesehatan.

Seperti angka tiga dan tujuh, aku kelahiran ganjil. Aku tumbuh dengan cepat. Ibu dan bapak hanya merawat ku selama 6 bulan. Setelah itu ia melepasku untuk hidup mandiri.

Mereka percaya aku bisa mengemban tanggung jawab walau masih terlalu muda. Ibu berkata dimana pun aku nanti ia meyakinkan bahwa aku tidak akan kegelapan. Aku akan memberi cahaya harapan pada tanah-tanah yang akan aku injak kelak.

Jika kau mencari ku, carilah aku di seluruh pelosok negeri ini. Dimana cahaya benderang kau temui. Kelak jika kau menemukan dimana sebuah generasi lebih dari teman dan seperti keluarga itulah aku tigatujuh. Generasi dimana tiang listrik dianggap seperti pohon. Kabel layaknya tali. Laci meja tempat bersembunyi dan meja tempat penumpu dagu untuk berimajinasi.

Tak kan sulit mencariku meski banyak generasi yang tumbuh dengan cara yang sama sepertiku. Nyanyikan saja lagu doraemon dengan bahasa ngapak. Dimana “masak” untuk pria di generasiku akan menyeramkan. Sebut saja on job training maka akan ku jawab on job travelling. Jika kau sebut alfamart dan indomaret aku akan segera menitip. Generasi dimana yang urakan disebut klowor ,yang malas makan disebut nyakit, katering adalah pekerjaan menyenangkan, yang saling suka kena 70 juta , ngerusem jadi kerjaan. Itulah aku tigatujuh.

Langsa, 1 oktober 2014

*dedikasi untuk pln37, senang pernah bertemu kemudian menjadi keluarga.SIAPA KITA ???

29 9 / 2014

29 september bukan tanggal yang cantik untuk mudah di ingat, tapi jika langkah pertama mu dimulai tanggal itu kau takkan pernah lupa.

Setahun yang lalu, tepat di depan bandara Internasional Minangkabau langkah pertamaku dimulai dan setelah itu ribuan langkah telah kulalui.

Sebelum hari itu sebuah email merubah hari-hari selanjutnya. 29 september jam 6.00 wib di depan kfc bandara dengan seragam hitam putih berkumpul. Dengan sedikit malu-malu dan ragu tanganku mendingin. Ini akan menjadi pesawat pertama yang kunaiki. Dan setelah itu menjadi pertama untuk segala hal berikutnya. Pertama kali meninggal kan tanah kelahiran dan pertama kali akan menginjak tanah jawa.

Dilepas oleh bendung air mata keluarga, memberitahu betapa beratnya kepergian ini. Karena setelah perjalanan ini kau takkan tau kapan kaki berbalik pulang.
Dengan sedikit lugu dan sok tau aku layak orang kampung yang mencoba banyak hal baru. Asam lambungku bergetar naik seiring dengan mesin pesawat yang siap tinggal landas.

10.00 wib aku menghirup udara jakarta. Panas dan tak ada beda dengan tanah kelahiran ku. Mengantri menunggu bagasi yang hanya dipatok maksimal 20kg tetapi sudah seperti ingin pindah rumah saja. Terkadang bahwa hal didunia ini tak dapat di terka. Jauh ke jakarta tetapi tetap ketemu dosen di bandara. Dunia memang sempit.

Bus sewa ke batujajar sudah menanti untuk melanjutkan langkah pertama di jawa barat. Batujajar, pusat pendidikan komando pasukan khusus jadi kamp pelatihan. Sesekali mataku mengarah ke luar, sebelum akhirnya terlelap. Mencari bedanya kota ini dan kotaku. Tak perlu lama mencari ini jelas memang tampak jauh. Bukan gedung pencakar langit atau kemacetan yang selalu jadi berita tapi jaringan listriknya yang tertata rapi. Sebagai mahasiswa elektro naluri teknikku memanggil. Setelah itu hanya perdebatan panjang didalam bus apa nama material listrik yang ada disini.

Peserta pertama yang datang di pelatihan ini, menjadi yang pertama merasakan siksaan kehidupan ala tentara ini. Makan malam sehat ala kopassus menjadi santapan rutin setelahnya. Menjadi yang pertama datang bukanlah istimewa. Mengisi barak yang sewajarnya untuk 30 orang tetapi kenyataan hanya diisi oleh 7 perempuan penakut bukan jadi malam yang baik. Nyaris sepanjang malam aku tak bisa tidur. Meski pada saat latihan menyanyi mars perusahaan ini mataku sayu-sayu malu.

Jam 4.00 pagi deru mesin bus mengganggu resahku semalam. Mengintip dari jendela barak, ya itu peserta selanjutnya. Jumlah mereka yang lebih dari banyak membuat aku akan bisa tidur dengan tenang malam berikutnya. Setelah itu hari-hari di pelatihan ini tak ubahnya kehidupan militer. Keras dan tegas. Tanpa alat komunikasi 10hari. Padahal rindu keluarga harus diobati.

Cukup 10 hari menikmati sejuknya udara batujajar, berganti panasnya suralaya (banten), dan menghadapi macetnya ibukota. Tertidur di bus dan saat pengajaran hal biasa. Sekali-kali mencuri waktu di tengah barisan.

Yang pertama takkan pernah berakhir. Yang pertama menjadi selanjutnya dan akan terus begitu.
Jawa timur, pandaan aku tak perlu bilang ini tanah keberapa yang kuiinjak dalam 1 bulan. Tapi tetap yang pertama dalam sejarah hidupku. 2 bulan dalam masa pendidikan perusahaan ini. Ditempa dan dibina mungkin sekali-kali sedikit di hina. Keterbatasan komunikasi, yang hanya bisa sekali seminggu. Kau tau bagaimana rasanya bisul yang terus membengkak. Kau pecahkan dia bernanah. Seperti itu rindu kampung dan keluarga yang kurasakan. Kudiam dan kusimpan ia semakin membesar. Ku ungkapkan ia pecah jadi air mata.
Saat semua berakhir, rindu ini diobati dalam waktu 5 hari sebelum hal pertama harus kembali dijalani.

Aku pulang untuk memeluk yang dirindu tanpa isi koperku buat semu. Ia tertata rapi siap untuk ku bungkus dengan kangen yang akan lebih berlipat.
Setelah pesawat pertama sekarang menjadi pesawat kedua, ketiga, keempat dst.
Tapi tanah yang kuiinjak tak pernah lama. Ia masih basah kutinggalkan sebelum sempat mengering.
NTT….
Pernahkah kau bercita-cita menginjak tanah karang ini. Jangankan bercita-cita mimpi yang tersesat pun bahkan tak pernah hinggap. Kesan pertama seperti kesan pada tanah yang lain. Panas, bahkan dalam ruangan ber ac sekalipun. Tapi setelah tau sekeras apapun karang disini jagung masih tetap tumbuh. Sepanas apapun udara disini, penduduknya tetap hangat. Sebanyak apapun babi disini, nasi padang tetap menanti.
Aku tak pernah gila kerja seperti disini. Seperti petani yang dilepas pada tanah kosong, kami bebas menanam hal-hal baru dan memetiknya ketika tiba saatnya.

Hingga hari ini lidahku masih tak pernah kaku saat menyebut “sonde”. Tak akan pernah ada perjalanan pertama jika kita tetap menetap. 3 bulan cukup membuatmu tak perlu berpikir lagi bahwa kupang masuk dalam daftar liburan suatu saat nanti.

Aceh… aku pikir indonesia itu luas sekali kenyataannya lebih dari itu bahkan tak bisa ku masukan dalam pikiran. Seperti roda yang diputar, kau bisa berhenti dibawah atau diatas. Seperti itu perjalananku. Kata teman seperti beras yang dilempar pada peta indonesia. Dimana beras itu jatuh itu tempat terdamparmu selanjutnya.

Perjalananku belum berakhir di langsa. Akan ada perjalanan pertama selanjutnya. Injakan kaki pertama untuk tanah selanjutnya.
Langkah pertama hingga menjadi tak terhingga. Pada akhirnya langkah ini hanya akan berhenti pada satu titik yang kusebut PULANG.

Langsa, 29 september 2014

11 9 / 2014

"Banyak orang memilih menulis karena banyak hal yang tak mampu disampaikan selain dibaca."

Sisilia putri

08 9 / 2014

"

AMALAN YANG MENYAKITI IBLIS.

Rasulullah: ” Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak solat?”
Iblis: “Aku merasa panas sejuk dan gementar. “

Rasulullah : “Kenapa? “
Iblis: ” Sebab, setiap seorang hamba bersujud satu kali kepada Allah, Allah mengangkatnya satu darjat.”

Rasulullah: ” Jika seorang umatku berpuasa ? “
Iblis: ” Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka. “

Rasulullah: ” Jika ia berhaji?”
Iblis: ” Aku seperti orang gila. “

Rasulullah: ” Jika ia membaca Al- Qur’an? “
Iblis: “Aku merasa meleleh laksana timah di atas api. “

Rasulullah: ” Jika ia bersedekah? “
Iblis: ” Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji . “

Rasulullah: ” Mengapa boleh begitu ? “
Iblis: ” Sebab, dalam sedekah ada empat keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai , sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala musibah akan terhalau dari dirinya. “

Raulullah : “Apa yang dapat mematahkan pinggangmu? “
Iblis: ” Suara kuda perang di jalan Allah.”

Rasulullah: ” Apa yang dapat melelehkan tubuhmu? “
Iblis: ” Taubat orang yang bertaubat. “

Rasulullah: ” Apa yang dapat membakar hatimu? “
Iblis: ” Istighfar di waktu siang dan malam.”

Rasulullah: ” Apa yang dapat mencoreng wajahmu ? “
Iblis: “Sedekah yang diam- diam.”

Rasulullah: ” Apa yang dapat menusuk matamu? “
Iblis: “Solat Fajar . “

Rasulullah: ” Apa yang dapat memukul kepalamu?”
Iblis: “Solat berjemaah. “

Rasulullah: ” Apa yang paling mengganggumu ? “
Iblis: ” Majelis para Ulama . “

Rasulullah: ” Bagaimana cara makanmu ? “
Iblis: ” Dengan tangan kiri dan jariku . “

Rasulullah: ” Di mana kau menaungi anak -anakmu di musim panas?”
Iblis: ” Di bawah kuku manusia. “

Lalu Rasulullah bertanya: ” Siapa temanmu wahai Iblis ? “
Iblis menjawab: ” Pemakan riba.”

Rasulullah: ” Siapa sahabatmu? “
Iblis: ” Pezina . “

Rasulullah: ” Siapa teman tidurmu ? “
Iblis: ” Pemabuk . “

Rasulullah: ” Siapa tamumu ? “
Iblis: ” Pencuri. “

Rasulullah: ” Siapa utusanmu? “
Iblis: “Tukang sihir . “

Rasulullah: ” Apa yang membuatmu gembira? “
Iblis: ” Bersumpah dengan cerai. “

Rasulullah: ” Siapa kekasihmu? “
Iblis: “Orang yang meninggalkan solat Jumaat.”

Rasulullah: ” Siapa yang paling membahagiakanmu? “
Iblis: ” Orang yang meninggalkan solatnya dengan sengaja. “

Diriwayatkan dari Ma’adz bin Jabal ra bahwa Ibnu Abbas ra Dikutip dari Syajaratul Kaun , doktrin tentang peribadi manusia pilihan , Muhammad SAW, yang ditulis oleh Asy -Syaikh Al-Akbar Muhyidin Ibnu Arabi Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali Al- Hatimi At - Tha’i Al - Andalusia)

"

(via fizaniqabis)

Iblis laknatullah..

(via cahayaagama)

(Source: kakpijah, via chuyakasim)

07 9 / 2014

Setahun telah berlalu…..
Kalian masih seperti yang dulu.
Seperti dibangku depan foto copy dahulu, kita tertawa lugu sambil menunggu.
Sesekali malu-malu karna di tertawakan dengan si itu…

Waktu telah berlalu, padahal baru kemarin rasanya kita bertemu. Kau yang duduk diujung sana sambil menunggu nama disebut satu-satu. Kau menunggu dan aku maju.
Saat aku keluar kau bertanya apa saja didalam kau lalui. Kau sangat ingin tau, takut kalau-kalau tes kesehatan ini tak mampu kau lewati. Pada akhirnya kita tertawa dan menyebalkan bersama hingga tiga tahun yang lalu.

Setahun telah berlalu…..
Tepat saat kita melempar toga itu tak menentu. Hari itu orang tua kita semua bertemu. Mereka memeluk dan menebak namamu satu-satu. Berharap bisa mendektesi walau dari ceritamu ketika pulang sabtu minggu.
Tepat saat kita melempar toga itu ke segala penjuru. Orang tua mu dan orang tua ku, berdoa agar anaknya terus maju.

Kita lalu menjadi keluarga besar, meski dari dulu kau telah memanggil mamak, pak etek, kakak, bundo atau apapun itu.
Kita bertengkar, lalu bercerita dibelakang. Kemudian kita saling tau, menggerutu tapi tiap bertemu tetap saja omongan kita satu. Dosen yang itu melulu.
Kalian menelpon dan me-sms ku malam. Seperti menunggu kunci ujian. Padahal laporan praktek yang tak kunjung kalian selesaikan. Sekali lagi aku berdosa memanipulasi data, karena saat praktek kita hanya tertawa bersama.
Dipagi hari saling menunggu di halte bus, apalagi kalau bukan laporan yang tak kunjung kelar. Aku masih ingat saat kau meminjam laporanku katanya untuk mencocokan data, padahal akhirnya kau menyalin dataku juga. Hahhaah.
Dan aku sibuk meminjam penggaris yang tak kupunya. Digoyang bus yang berjalan aku menggambar grafik yang malas ku kerjakan di kamar. Orang lain melihat kita, tapi kita memang tak peduli.

Setahun telah berlalu….
Sejak saat kita berfoto bersama di panggung wisuda itu. Tapi mengingat kalian tetaplah lucu.
Lorong apa yang tak jadi titik menunggu.
Lorong bengkel kita menggembel hingga berujung diusir. Lorong jurusan di anak-anak tangga kita duduk seperti mencari kutu. Atau lorong jalan yang kita temui hanya untuk dosen yang ditunggu.
Banyak orang berjuang bersama tapi untuk mimpi yang berbeda. Sedangkan kita berjuang tanpa ingin mengalahkan untuk mimpi yang sama

Setahun telah berlalu….
Saat mimpi kita baru dimulai, orangtua kita memperjuangkan anak-anaknya dengan mimpi yang sama. Maka orang tua mana yang melepas anak-anaknya bersama dan menunggu kembali di bandara yang sama. Aku bilang itu orang tua kita.

Setahun telah berlalu….
Tapi aku tak pernah merasa kalian telah lalu. Kita masih sama seperti yang dulu. Aku masih menyebalkan dan kalian masih menjengkelkan.
Sekarang apa yang kutunggu??
Kalian mengetuk pintu dan bertamu ke rumahku. Dengan selembar undangan dimana namamu dan pendamping mu disitu. Carilah tanggal yang bagus insyaallah akan kutemu dirimu.
Seperti cerita kita dahulu, jika aku setuju dengan pendamping mu, maka saat kau berkunjung dengan anak-anakmu tak akan ku kasih duit seribu tapi lebih dari itu.
Oo iya aku takkan lupa janji dahulu. Jika ternyata si ini dan si itu ada dalam undangan yang sama aku akan tertawa guling-guling di depan pelaminanmu. Tenang saja aku takkan lupa.
Jadi kapan kalian ketuk pintuku???

Setahun telah berlalu….
Kalau tak ada halangan, mungkin rencanamu yang ingin terlebih dahulu akan kami setuju. Ku harap tak ada yang menyalip dari belakang.

Seperti kataku tadi, cari tanggal yang bagus untukku ambil cuti. Karena aku ingin datang. Untuk bertemu istri mu dan memberi tau betapa menyebalkan suaminya ini dahulu. Hahahah.
Karena aku ingin datang. Untuk bertemu suami mu dan memberi tau bahwa istri nya memang ingin nikah muda dan sudah punya rencana resepsi ketika kuliah dulu, bahwa istrimu punya jiwa laki saat kuliah dahulu. Hahahah

Jadi setahun telah berlalu….
Aku masih selalu senang bertemu dengan mu.

Langsa, 7 september 2014

*dedikasi d3k pln pnp 2010

29 8 / 2014

herricahyadi:

Ibn al-Qayyim berkata:

"Jika Allah memudahkanmu untuk selalu bangun shalat malam, maka jangan pernah mencibir mereka yang terlelap tidur…

Jika Allah memudahkanmu untuk selalu berpuasa, maka jangan pernah mencibir mereka yang tidak mengerjakannya…

Jika Allah memudahkanmu untuk terjun di…

Astagfirullah. Mohon ampun atas salah dan khilaf hamba Ya Allah

28 8 / 2014

"

Bersyukurlah kamu lelah selepas kerja, yang lelah mencari pekerjaan pun masih banyak.

#CobaBayangkan

"

(via jalansaja)

26 8 / 2014

"

Kita tidak bisa merubah yang telah terjadi
Juga tidak bisa menggariskan masa depan

Lalu mengapa kita bunuh diri kita dengan penyesalan?

Atas apa yang sudah tidak bisa kita rubah

Hidup itu singkat sementara targetnya banyak

Maka, tataplah awan dan jangan lihat ke tanah

Kalau merasa jalan sudah sempit, kembalilah ke Allah Yang Maha Mengetahui yang gaib…
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.

Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang
Sedang kapal Nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang

Tetapi, Titanic tenggelam. Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia

Taufik hanya dari Allah SWT.

Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga.

Tempat, dimana orang tua kita, Adam, tinggal pertama kali.
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara,
Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.

Maka berusahalah semampumu,
Untuk mengejar kafilah orang-orang shaleh, Yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas
Jangan sia-sia kan waktumu di planet kecil ini..

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh,
Atau karena ditinggal orang tercinta,
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita pasti akan bertemu di akhirat.
Perpisahan itu adalah,
Jika salah satu diantara kita di surga dan yang lain di neraka.

Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai penghuni surga!

Hidup ini adalah cerita pendek, dari tanah, di atas tanah, dan kembali ke tanah,
Lalu hisab (yang hanya menghasilkan dua kemungkinan); pahala atau siksa.

Maka, Hiduplah untuk Allah niscaya kau akan jadi makhluk-Nya yg paling bahagia.

Ya Rabb untukmu segala puji yang layak untuk kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasan-Mu…

"

Dr. Aid Al Qarni (via yogawpradhana)

(via andromeda-edelweiss)

26 8 / 2014

"Anak cewek itu harus gesit, tangguh, cekatan, rajin dan sifat yg lebih mendasar lainnya. Kalau cuma imut, lucu, menggemaskan, warna-warni, sy rasa boneka barbie juga punya sifat artifisial seperti itu. Jadilah anak cewek yang mandiri, punya cita-cita, dan bisa diandalkan"

Tere Liye (via loperboi)

26 8 / 2014

"

kadang-kadang,
ada yang membaca,
post-post kamu,
tanpa like,
tanpa komen,
tanpa share.

dalam diam,
dia doakan kamu,
kuat menghadapi dugaan hidup.

berterima kasih pada yang,
mendoakan kamu kuat,
moga doa itu juga turut buat dia kuat.
amiin :)

"